A Pure Paki Theme

Monday, March 25, 2013

Level 7 Civil Servant episode 18

Share it Please


Woo Jin menyamar menjadi dokter dan menembak kedua polisi yang menjaga kamar yang diduga sebagai kamar Kim Won Suk. Woo Jin membuka pintu kamar RS.

Seo Won dan Pil Hoon terkejut melihat jari Won Suk yang bergerak. Keduanya memanggil Pelatih mereka.
Woo Jin masuk ke dalam kamar RS dan mulai bersiap menembak. Tapi ternyata kamar itu kosong. Tidak ada Won Suk dalam kamar. Woo Jin marah dan segera keluar dari situ.
Seo Won dan Pil Hoon mencoba bicara dengan Won Suk. Ketua Tim, apa anda sudah sadar? apa anda mengenal saya?
Won Suk ingat kata2 Direktur Oh di telp sebelum ia ditembak. Aku minta maaf, anggap saja ini sebagai pengorbanan untuk bangsa dan negara.

Pil Hoon dan Seo Won menjelaskan, Young Sun sudah memindahkan Won Suk ke RS lain dan saat ini Won Suk ada di ICU.

Pintu terbuka dan Istri Won Suk melihat mereka. Ia tersenyum tipis tapi tidak jadi masuk dan memutuskan menunggu diluar. Istri Won Suk menyadari hubungan suaminya dan kedua anak didiknya memang dekat.

Woo Jin marah, ia membanting semua samarannya dan telp Mi Rae. Mereka sudah memindahkan Won Suk. Mereka menipu kita. Mi Rae mengerti dan minta Woo Jin segera keluar dari RS itu dulu.
Mi Rae telp Direktur Oh dan ingin penjelasannya. Oh terkejut, ia sama sekali tidak tahu dan ingin bertemu Mi Rae. Kita bicara saat bertemu nanti.
Mi Rae marah dan akan mengontak Oh lagi.

Won Suk melihat ke arah anak buahnya. Pil Hoon berkata ia ada di RS. Seo Won menjelaskan, Young Sun sudah memindahkan Won Suk ke RS lain. Hanya mereka bertiga yang tahu lokasi RS ini.

Won Suk pesan : Jangan mengatakan pada siapapun kalau aku sudah sadar.
Lalu Won Suk tertidur lagi. Pil Hoon dan Seo Won tukar pandang, mereka heran mendengarnya.

Eun Jung melihat ibunya duduk di luar kamar. Ia memanggil ibunya. Istri Won Suk menyembunyikan pampers dewasa itu, mungkin tidak ingin anaknya mencemaskan ayahnya. Eun Jung mencemaskan ayahnya dan tidak bisa konsentrasi belajar.

Woo Jin bertemu Mi Rae dan merasa ada yang aneh. Ia tanya apa mata2 Mi Rae mendapat sesuatu, tapi Mi Rae juga tidak punya informasi. Woo Jin tanya soal Han Pil Hoon. Karena ia datang bersama Kim Jeong Won saat penembakan.
Mi Rae mengerti dan minta Woo Jin mengikuti Pil Hoon atau Kim Jeong Won untuk mengetahui lokasi RS Won Suk.

Do Ha menemui Direktur Oh. Oh tanya apa Do Ha senang dengan posisi barunya dan Do Ha membenarkan. Oh berkata Do Ha pasti berkembang, setelah beberapa misi di luar negeri, karir Do Ha pasti akan melesat.
Oh tanya apa Do Ha pernah bertemu Han Gil Ro. Do Ha berkata ia tidak bertemu Gil Ro lagi setelah dipindah tugas. Oh tidak suka dengan Han Gil Ro dan minta Do Ha terus mengawasi Gil Ro.

Oh tanya dimana Won Suk saat ini. Do Ha heran, bukankah dia masih di RS itu. Oh tampak kesal karena mereka sudah memindah Won Suk diam2. Ia ingin tahu lokasi Won Suk karena ingin menjenguknya.

Pil Hoon dan Seo Won masih memikirkan pesan Won Suk. Apa mereka tidak salah dengar, kenapa Ketua tim tidak ingin ada yang tahu bahwa ia sudah sadar.

Seo Won tiba2 menyalakan musik. Pil Hoon heran, kenapa tiba2 menyalakan musik. Seo Won ternyata ingin ke toilet dan tidak ingin Pil Hoon mendengar "suaranya" haha. Pil Hoon mendengus, kenapa tidak bersikap santai saja. Ia sama sekali tidak mendengar apapun.
Pil Hoon ingin mematikan musik, tapi Seo Won teriak dari arah toilet. Pil Hoon akhirnya menyalakan musiknya lagi.

Pil Hoon menemukan tulisan tangan Seo Won tentang proyek eco-village ayahnya. Pil Hoon membacanya sambil nyengir.



Tidak lama, Seo Won tertidur dan ia tiba-tiba terbangun di tengah malam. Seo Won jalan ke arah Pil Hoon untuk membetulkan selimutnya.
Seo Won mencabut kabel laptop dan ingin mematikannya. Ternyata Pil Hoon sudah membuat catatan tentang eco-village di laptop dengan lebih lengkap. Seo Won tersenyum melihatnya dan mencubit pipi Pil Hoon karena gemas.
Rekan-rekan Seo Won mulai menyelinap dan pergi dari kantor untuk berkumpul di kantor Pil Hoon.
Sun Mi masih berusaha menemukan sesuatu tentang Woo Hyuk dkk. Tapi belum berhasil.

Do Ha tanya kondisi Won Suk. Pil Hoon dan Seo Won mengatakan sesuai pesan Won Suk, kalau kondisinya stabil tapi belum sadar. Do Ha ingin tahu dimana Won Suk sekarang. Keduanya tidak bisa memberikan nama RS-nya.
Do Ha membujuk keduanya, ia dan yang lain juga ingin menjenguk Won Suk. Seo Won hanya berkata Won Suk ada di ICU, jadi orang-orang selain yang sudah memindahkannya ke sana tidak bisa menjenguknya. Hanya Young Sun dan mereka yang bisa menjenguk Won Suk. Seo Won tanya apa Poong Eon menemukan sesuatu.

Poong Eon tidak menemukan yang lainnya, cuma yang sudah ia berikan saja. Sama sekali tidak ada data mengenai anak2 kedua Presdir itu. Soo Young membenarkan, informasinya sudah dihapus semua.
Do Ha juga tidak menemukan apapun karena ia selalu ada di lapangan.


Pil Hoon tetap ingin berusaha. Ia minta Poong Eon membantunya mengecek apa ada yang meninggalkan Korea di waktu yang sama dengan Choi Woo Hyuk.
Pil Hoon minta Soo Young mencari tahu apa orang itu sudah berganti kewarganegaraan. Ia juga minta Do Ha membantu mengecek apa ada CCTV hotel yang merekam jejak Choi Woo Hyuk.

Do Ha merasa itu tidak perlu. Pil Hoon merasa itu perlu karena orang itu kemungkinan berada satu hotel dengan Choi Woo Hyuk.
Do Ha tidak terlalu antusias melakukannya.
Pil Hoon : Lakukan itu untukku.
Do Ha mulai tidak suka, kita disini berkumpul untuk kerja sama. Aku tidak datang kesini untuk menjalankan perintahmu.
Pil Hoon tidak merasa memerintah Do Ha. Do Ha berkata itu masalahnya, tim ini tidak punya pemimpin.

Pil Hoon minta Do Ha saja yang memerintah. Ia bersedia menjalankan perintah Do Ha. Do Ha berkata orang yang berhak memimpin adalah orang yang mengetahui informasi paling banyak. Aku tidak pantas.
Poong Eon ingin jadi pemimpin tapi Soo Young mencegahnya. Do Ha ingin Pil Hoon mengungkapkan dokumen milik ayahnya.

Seo Won yang menjawab, dokumen itu sudah diserahkan dan kasusnya ditutup. Mereka bisa tahu nama asli Choi Woo Jin dari dokumen itu.
Do Ha masih ingin menjenguk Won Suk. Ia tulus. Seo Won berkata itu menyalahi aturan. Do Ha berkata acara kumpul2 mereka ini juga sudah melanggar peraturan.

Poong Eon ingin mengajak mereka bicara sambil makan daging panggang dan soju tapi Do Ha menolak, kalian saja. Aku masih harus tugas lapangan. Aku akan datang lagi besok pagi.
Poong Eon kesal dengan sikap Do Ha. Tapi Soo Young tetap merasa Do Ha itu keren.

Seo Won berkata ke Pil Hoon kalau perkataan Do Ha ada benarnya juga.

Pil Hoon mengaku di depan rekan2nya kalau ayahnya memang punya hubungan bisnis dengan Choi Woo Hyuk. Dan Direktur Oh sudah mengambil semua dokumen yang berhubungan dengan itu dan katanya akan memberiku informasi kalau ia tahu sesuatu.
Pil Hoon janji akan menemui ayahnya.

Sun Mi berusaha mencari info tentang Woo Hyuk dkk dan akhirnya kegigihan Sun Mi membuahkan hasil. Ia bisa mengakses info lagi tentang mereka. Sun Mi tampak gembira.
Pil Hoon bertemu dengan ayahnya. Ia menyimpulkan, ayahnya melakukan transaksi tanpa sadar sudah menjual rahasia negara ke asing.
Presdir Han komen, ia bahkan diselidiki oleh putranya sendiri. Pil Hoon ketawa, ini bukan penyelidikan. Anggap saja Ayah sedang bercerita padaku. Bagaimana hidup ayah dan apa yang bisa aku pelajari. Apa yang tidak bisa dicontoh. Ya seperti itu.

Ayah Pil Hoon mengaku ia tahu segalanya sebelum melakukan itu, meskipun yang ia lakukan tidak etis, tapi tidak melanggar hukum. Meskipun teknologi dengan hak paten itu dikembangkan di Korea, tapi nilainya tidak dihargai. Jadi apakah teknologi itu tidak dipakai di dalam negeri atau dijual di luar negeri, ia merasa itu sama saja.

Pil Hoon tanya apa ayah tahu soal Direktur Kim Mi Rae. Seperti dimana ia tinggal atau kartu kredit apa yang ia gunakan.

Ayah : Tidak ada. Dia (Mi Rae) tidak suka kalau orang bertanya soal pribadinya. Apa ada yang tidak kau sukai dari Ayah?
Pil Hoon menggeleng, ia ketawa, tidak ada.

Ayah tersenyum dan berkata Pil Hoon bisa membaca semua dokumen perusahaan jika ia bicara dengan Direktur Ma. Ayah tanya apa aku masih layak untuk dijadikan contoh meskipun aku seperti ini?
Pil Hoon mengangguk, ya, tentu saja.

Ayah tertawa dan mengajak Pil Hoon minum. Hubungan mereka semakin membaik.
Ibu Pil Hoon juga bertemu dengan Seo Won. Ia berterima kasih pada Seo Won, kalau bukan karena dirimu, Pil Hoon dan ayahnya tidak akan berbaikan. Mereka pasti masih saling bertengkar.
Seo Won merasa ia tidak melakukan apapun.

Ibu tanya apa Seo Won tahu dimana Pil Hoon menginap selama ini. Pil Hoon seharusnya pulang karena hubungannya dengan ayah sudah membaik.
Seo won langsung menjawab : Tidak di tempat saya.
Ibu justru heran, ia merasa tidak apa-apa jika mereka tinggal bersama. Ha!

Ibu tanya apa Seo Won tahu Pil Hoon adalah anggota NIS. Seo Won mengaku tidak tahu. Ibu menghela nafas, seharusnya ia terus terang pada pacarnya meskipun tidak cerita pada orang tuanya.
Ibu benar2 semakin menyukai Seo Won dan ingin segera bertemu orang tuanya. Seo Won panik dan minta agar ibu tidak terburu-buru. Ibu mengerti, lalu ia juga tanya alamat Seo Won, karena akan mengirimkan banchan untuk Seo Won. Ibu hanya suka belanja dan memasak, katakan padaku makanan apa yang paling kau suka.

Woo Jin mengikuti mobil Pil Hoon.

Pil Hoon pulang bersama Seo Won. Pil Hoon sudah memeriksa dokumen ayahnya dan memasukkannya ke kantor jaksa dan pajak. Mungkin saja ada banyak masalah dalam hukum LN dan pajak yang tidak dibayar.
Seo Won tanya apa itu tidak apa-apa. Pil Hoon menjawab, hanya dengan cara seperti itu, ia dan ayahnya bisa bebas.

Seo Won : Gil Ro, sampai kapan aku harus jadi orang yang bershio Macan?
Pil Hoon tidak menjawab, ia melihat spion dan berkata mereka sudah diikuti orang. Mobil hitam dibelakang itu menguntit kita terus. Aku sudah pindah jalur sebanyak 7 kali tapi mobil itu terus saja mengikuti.

Seo Won minta Pil Hoon memutar di depan. Ia menyiapkan ponsel untuk mengambil gambar orang itu. Pil Hoon mengerti. Di depan, ia melakukan U-turn dan Seo Won siap2 memotret.
Woo Jin sadar sudah ketahuan. Ia memalingkan wajah, menghindar dari kamera Seo Won.

Pil Hoon tanya apa berhasil mendapatkan wajah orang itu. Seo Won hanya berhasil mendapatkan nomor polisi mobil saja. Ia segera mengirim nomornya ke Soo Young.
Soo Young minta Poong Eon mengeceknya.

Semua kumpul di kantor Pil Hoon lagi. Poong Eon berkata nomor mobil itu tidak terdaftar. Do Ha jadi yakin kalau mobil itu memang menguntit Pil Hoon dan Seo Won.
Soo Young yakin, orang itu pasti Choi Woo Jin.

Poong Eon berkata, sebelum dan sesudah Choi Woo Hyuk masuk ke negeri ini, ada 200 orang yang belum meninggalkan negeri ini. Tapi kebanyakan adalah siswa dari LN dan kewarganegaraan mereka juga benar semua, tidak ada yang mencurigakan.
Pil Hoon  berkata ayahnya juga tidak tahu apapun soal mereka.

Do Ha juga tidak mendapatkan apapun dari hotel2. Pil Hoon mendengus, katanya kau tidak mau memeriksa? Do Ha menjawab ia kebetulan punya waktu luang. Pil Hoon tiba-tiba mendekati Do Ha dan memegang bahunya, terima kasih.
Do Ha berkata ia hanya melakukan yang seharusnya dan bukan karena Pil Hoon.
Pil Hoon : Kau selalu seperti ini, itu yang membuatku menyukaimu.


Sun Mi tiba-tiba muncul. Seo Won senang melihatnya. Sun Mi tersenyum dan memukul lengan Soo Young, lama tidak ketemu, eonni. Soo Young masih kelihatan takut pada Sun Mi :)
Sun Mi melirik tajam ke arah Do Ha, kau datang juga. Soo Young bingung, Do Ha kan lebih tua. Poong Eon memberi kode pada Soo Young agar tidak menyinggung Sun Mi.

Sun Mi : Tidak ada kemajuan ya?
Pil Hoon mendengus, kau mengejek kami ya? Sun Mi ketawa, makanya kalian harus kerja dengan benar kalau tidak mau ditertawakan.
Sun Mi menunjukkan dokumen, ia sudah tahu jejak Woo Hyuk dan Kim Mi Rae. Ikut aku.


Semua senang dan mengikuti Sun Mi masuk kantor Pil Hoon.
Sun Mi memberikan daftar nama alias yang dipakai Choi Woo Hyuk dan Kim Mi Rae untuk paspor mereka. Semua nama barat dipakai, dari Danial (? wkk), Kevin, Brian, Aiden, Jessica, Elijah, Mia, Lily, dll (kelihatan palsunya hahaha)
Juga semua cara untuk mengganti kewarganegaraan mereka. Sun Mi sengaja berkata pada Do Ha untuk merahasiakan informasi ini.

Sun Mi menggali info ini dari Kim Mi Rae yang paling banyak membiarkan identitasnya diungkap. Mi Rae pernah melepaskan kewarganegaraan Kiribati-nya sebelum jadi WN Kanada.
Poong Eon ingat, Kiribati adalah negara yang paling banyak menerima imigran Korea Utara.

Pil Hoon tampak kagum pada Sun Mi, kau memang hebat meskipun tabiatmu jelek. Seo Won minta bantuan Sun Mi lagi untuk mengakses server utama. Sun Mi berkata tidak masalah, ia justru heran kenapa Seo Won dan Pil Hoon tidak bisa mengakses server kantor pusat, memangnya kalian bertugas dimana?
Seo Won dan Pil hoon kelihatan malu. Seo won berbisik ke Sun Mi. Sun Mi ketawa geli saat tahu mereka tugas di call center NIS.

Jang Young Sun tiba di kantor IT&TI. Ia tanya ke Direktur Ma dimana kantor Tim Bisnis baru. Direktur Ma langsung terpesona pada Young Sun sampai tidak bisa menjawab.
Asistennya yang menunjukkan arah. Young Sun berterima kasih dan jalan ke kantor Pil Hoon. Direktur Ma masih linglung, dia benar2 sangat cantik.
Sun Mi dan Do Ha masih bertengkar urusan lukisan. Pil Hoon menegur keduanya, kalau kalian masih seperti itu, selesaikan dengan adu senjata saja.
Do Ha minta Sun Mi menghentikan sikap permusuhannya.
Sun Mi yang minta Do Ha menghentikannya, kalau tidak aku bisa merampas pistolmu dan menembakmu.

Young Sun datang, ia kelihatan kesal, apa? beraninya kalian bertengkar satu sama lain?!
Semua kaget melihat Young Sun. Poong Eon dan Soo Young ketakutan dan langsung sembunyi di bawah meja.


Young Sun mendekat dan tanya ke Pil Hoon, apa yang ia lakukan. Pil Hoon panik dan berkata tidak melakukan apa-apa. Young Sun minta Soo Young dan Poong Eon keluar dari meja.
Keduanya keluar dan berkata hanya mampir untuk main, tapi Young Sun menghentikan mereka. Apa kalian berkumpul untuk menangkap Choi Woo Jin?

Pil Hoon menyangkalnya. Young Sun kesal dan menendang kaki Pil Hoon.
Young Sun : Lalu apa kalian akan menutup kasusnya? apa itu yang dilakukan oleh murid?
Sun Mi mengaku, ia mengatakan semuanya pada Young Sun karena mereka membutuhkan informasi intern.

Young Sun tanya apa isi aturan No. 5 NIS. Do Ha mengutip, tanpa ijin dari atasan dan alasan yang masuk akal, para agen tidak boleh melakukan pekerjaan diluar lingkup tugas mereka.

Young Sun : Ijin dari atasan yang memiliki kekuatan hukum..adalah yang akan kuberikan pada kalian semua. Kalau ada yang tanya, jangan menyinggung Pemimpin Tim. Katakan saja semua ini adalah perintahku. Aku yang akan bertanggung jawab penuh tidak peduli apa yang akan terjadi.
Kalau ada yang harus dipecat, biar aku saja yang dipecat. Jangan takut pada konsekuensinya. Lakukan saja penyelidikan.

Semua kelihatan terharu. Pil Hoon mengucapkan terima kasih. Seo Won memuji Young Sun, eonni..kau yang terbaik. Young Sun geli, terbaik apanya aku cuma kelas C.

Young Sun tanya siapa yang bertanggung jawab di lokasi. Seo Won menjawab, mereka belum memutuskannya. Dan yang bersenjata hanya Do Ha.

Young Sun mengeluarkan pistol dan memberikannya untuk Seo Won dan Pil Hoon. Jaga baik-baik.

Tiba-tiba Direktur Ma masuk ke kantor mereka, Direktur Han! Pil Hoon dan Seo Won buru-buru menyembunyikan senjata mereka.
Pil Hoon mendekat ke Ma, Direktur Ma! Direktur Ma menyindir, kenapa tidak ada yang memberi salam pada atasan. Akhirnya Young Sun dll membungkuk memberi salam.

Pil Hoon berkata ia sudah memilih orang2nya sendiri. Ma mengerti, ia mengakui pilihan Direktur Han. Direktur Ma juga menyapa Seo Won dan ia tanya siapa Young Sun.
Pil Hoon bingung, lalu mengenalkan Young Sun sebagai staf bagian internal. Jang Young Sun.

Direktur Ma langsung senang dan berkata ia siap membantu kalau mereka membutuhkan sesuatu.  Khususnya pada Young Sun. Direktur Ma mendekat dan berpesan agar Young Sun tidak ragu bertanya kepadanya. Lalu mengedipkan mata ke arah Young Sun sebelum pergi. Semua agen NIS tampak syok. Pil Hoon berseru, sampai jumpa paman!

Young Sun pusing, siapa dia?  dia anggap aku ini apa, beraninya berkedip padaku.
Pil Hoon juga memberikan kantornya untuk Young Sun. Young Sun kelihatan senang. Ia minta Sun Mi segera kembali ke markas besar. Ia mengijinkan Sun Mi mengakses sistem informasi untuk mengecek data hotel.

Sun Mi pergi sambil membawa lukisannya. Do Ha lari menuruni tangga dan ingin bicara dengan Sun Mi. Sun Mi tidak mau, ia sibuk. Do Ha tetap ingin bicara dengan Sun Mi, ikuti aku.
Direktur Oh mulai paranoid sendiri. Ia mudah sekali curiga dan takut dengan segala sesuatu di sekelilingnya.
Do Ha berkata ke Sun Mi, ia tidak merasa berhak diperlakukan buruk oleh Sun Mi. Do Ha ingin tahu alasannya.
Sun Mi ingin tahu alasan Do Ha bergabung ke dalam tim ini.
Do Ha bergabung demi Ketua Tim, hanya itu saja.

Sun Mi tersenyum, ia menyindir. Kau tidak bergabung karena diperintah oleh Direktur kan? Do Ha terkejut. Sun Mi berkata Do Ha memang penghianat, kalau kau bukan penghianat katakan saja.
Do Ha berkata ini tugas demi tim. Ketua Tim membuat kesalahan. Kalau transaksi itu tidak dibuat dengan dokumen palsu, Choi Woo Jin pasti tidak akan dibebaskan.

Sun Mi marah, kalau kau tidak membocorkannya, tidak akan ada yang tahu bahwa itu palsu! Katakan sejujurnya, untuk apa kau bergabung?
Do Ha tetap berkata itu demi ketua Tim. Sun Mi tidak percaya, itu sebabnya ia sengaja mengungkapkan informasi di depan Do Ha. Kalau Direktur Oh tahu, aku akan melupakan orang sepertimu selamanya.

Do Ha marah, Kalau itu demi negara, aku pasti akan melaporkannya pada Direktur.
Kebetulan Direktur Oh telp saat itu juga. Sun Mi mendengus, angkat saja. Banyak yang harus kau laporkan.

Do Ha mengangkat ponselnya. Oh ingin tahu lokasi RS Won Suk. Do Ha berkata ia  belum tahu. Ia tidak bisa mengecek ke RS.
Oh menyuruh Do Ha mengajak rekan2nya untuk menjenguk Won Suk bersama Gil Ro. Do Ha mengerti dan menutup ponselnya.

Sun Mi menyindir, apa itu tadi sebuah pertunjukan? Kalau kau tidak akan mengatakannya dan kami harus percaya?
Do Ha marah. Kalau kau tahu aku adalah mata-mata, kau tidak boleh mengatakannya sampai akhir, seharusnya kau memberikan informasi palsu kepadaku. Pura-pura suka padaku dan ambil informasi yang kumiliki. Kau benar2 amatiran


Sun Mi : Apa kau tahu kenapa aku seperti amatiran?

Do Ha tidak peduli apapun alasan Sun Mi, pasti tidak masuk akal. Sun Mi mendekat dan berkata, aku peringatkan jangan bertepuk sebelah tangan lagi. Karena aku juga bertepuk sebelah tangan kepadamu. (memang benar, alasan yang tidak masuk akal)
Do Ha memuji lukisan Sun Mi, dan jangan melukisku lagi. Do Ha pergi sambil membawa lukisan Sun Mi.

Woo Jin makan malam bersama Mi Rae. Mi Rae tidak selera makan. Woo jin berkata ia gagal menguntit Han Pil Hoon. Mungkin saja Pil Hoon itu orang NIS dan ia cepat menyadari sesuatu.
Woo Jin akan ganti mobil dan menguntit Pil Hoon lagi. Ia tanya siapa sebenarnya orang dalam Mi Rae di NIS.
Mi Rae tidak mengatakannya.
Woo Jin merasa cemas kalau Mi Rae menukar informasi dengan data tentang mata-mata asing lainnya. Jika seperti itu mereka berdua pasti akan diburu oleh pembunuh dari organisasi mereka sendiri.

Mi Rae berkata NIS tahu semuanya soal mereka. Identitas asli Woo Jin, keluarga mereka dan semuanya.
Woo Jin yakin kalau begitu NIS pasti akan segera menangkap mereka. Woo Jin minta Mi Rae makan banyak, kita tidak tahu kapan kita akan bisa makan lagi.

Mi Rae masih memikirkan kata2 Oh tentang orang tua mereka.

Mi Rae tanya apa Woo Jin ingat soal orang tuanya. Woo Jin tidak ingat. Mi Rae juga hampir lupa, tapi ia ingat perasaan pernah memiliki orang tua. Tapi wajah mereka juga sudah semakin buram.

Woo Jin tidak mempedulikan semua itu. Kenyataannya, semua anggota keluarga mereka dibunuh dan kita ditangkap saat akan melarikan diri. Kita dijual dan kita berusaha melarikan diri lagi. Kita meminta-minta dan hidup seperti pengemis.
Kita hanya perlu mengingat itu, saat kita hidup seperti bukan manusia.
Mi Rae : Apa orang tua kita adalah orang baik?

Woo Jin marah dan membanting pisau-garpunya. Memangnya kenapa kalau mereka orang jahat? Apa itu artinya tidak masalah kalau seluruh keluarga mereka dibunuh? Kita bisa bertahan seperti ini, memangnya salah?
Mi Rae komen, kau semakin mirip Woo Hyuk oppa.

Woo Jin mendengus : Aku berusaha mirip dengannya tapi selalu gagal. Saat aku sudah menyerah, kau justru berkata aku mirip kakak.
Woo Jin berkata akan memesan hotel dulu. (Jadi dua orang ini pindah2 hotel terus sepertinya.)

Istri dan anak Won suk memijat tangan dan kaki Won Suk. Eun Jung tanya apa hebatnya ayahnya sampai ibunya mau menikah dengan ayah.
Istri Won Suk cerita kalau dulu Won Suk itu keren dan tampan. Won Suk bahkan sampai akan melompat dari kapal pesiar dan berkata akan mati kalau ibu tidak mau menikah dengan Won Suk. Eun Jung terkejut, memangnya ada cerita seperti itu?

Ibunya membenarkan, padahal ayahmu tidak bisa berenang. Dan itu adalah lokasi terlarang untuk berenang, jadi kami dapat denda.
Eun Jung tanya apa ayah akan sadar. Ibunya membenarkan. Ayahmu pasti sadar. Istri Won Suk mengajak putrinya makan dan berkata ke Won Suk kalau mereka akan segera kembali.


Setelah anak-istrinya keluar, Won Suk membuka matanya. Won Suk berusaha duduk dan ia menangis.
Won Suk teringat Woo Jin yang menembaknya. Sepertinya Won Suk sedikit trauma dan sedih karena Woo Jin.

Pil Hoon dengan santai menjemur celana dalamnya di apartemen Seo Won. Seo Won yang baru pulang jadi panik, kenapa kau menjemur baju dalammu di apartemenku?
Pil Hoon : Lalu mau dijemur dimana lagi?
Seo Won : Aku tidak tahu.

Pil Hoon heran dimana Seo Won menjemur baju2nya selama ini. Seo Won kesal, aku terpaksa mengeringkan bajuku di laundry gara2 kau. Ini benar2 tidak nyaman. Sampai kapan kau akan tinggal di rumahku?
Pil Hoon tidak mau jauh dari Seo Won sampai mereka menangkap Woo Jin.

Seo Won tetap minta Pil Hoon tidak menjemur celana dalamnya disini. Pil Hoon cuek dan mengambil celananya, kenapa memangnya? celana kan baju juga, apa kau malu? Pil Hoon malah sengaja menggoda Seo Won dan menempelkan celananya ke bahu Seo Won. Seo Won memukul Pil Hoon.
Pil Hoon lalu merangkul Seo Won dan berkata, ini aneh. Kita sudah melihat baju dalam masing2 tapi tidak melihat saat kita mengenakannya. (maksud lo?)
Seo Won langsung memiting Pil Hoon, mau diusir dari sini? Pil Hoon akhirnya mengalah, baiklah..baiklah.

Seo Won masuk ke toilet dan Pil Hoon mendengar ponsel Seo Won bunyi. Pil Hoon ragu, ia ingin membukanya. Tapi ponsel Seo Won ada passwordnya.
Pil Hoon berpikir lalu ingat kode apartemen Seo Won. Ia mencoba memasukkan kode rumah. Ternyata berhasil. Pil Hoon sampai menutup mulutnya agar tidak bersorak.
Ada sms dari ibu Seo Won. Mereka membuat spanduk ucapan terima kasih pada Kyung Ja yang sudah membantu sampai proyek eco-village itu disetujui dewan kota.

Pil Hoon baru sadar, Kyung Ja? Kyung Ja?
Pil Hoon mengupas kentang bersama Seo Won. Ia berusaha menyembunyikan rasa gelinya, tapi tidak bisa.

Pil Hoon menyenggol Seo Won : Kyung Ja!
Seo Won terkejut. Pil Hoon berusaha keras menahan ketawa dan akhirnya ia ngakak. Kyung Ja! jadi itu sebabnya kau menyembunyikan namamu? Nama yang biasa dipakai orang desa kan?

Seo Won kesal dan jalan mencari koran. Ia menggulungnya dan mengancam Pil Hoon, bagaimana kau bisa tahu?
Pil Hoon mengambil wajan, kenapa kau seperti ini? Seo Won menunjuk dengan gulungannya, katakan bagaimana kau mengetahuinya!

Keduanya mulai bertarung. Seo Won dengan pedang koran dan Pil Hoon menggunakan wajan sebagai tamengnya.
Pil Hoon meletakkan wajan dan merangkul pinggang Seo Won. Ia mengangkat Seo Won. Seo Won teriak2, turunkan!

Seo Won kesal, bagaimana kau mengetahuinya?
Pil Hoon : Memangnya kenapa?

Pil Hoon masih mengangkat tubuh Seo Won, saat ayah dan ibu Seo Won mendadak datang. (Not again!)
Pil Hoon dan Seo Won terkejut melihat mereka.

Ayah dan Ibu Seo Won juga tidak percaya. Kau datang lagi?
Keduanya langsung melepaskan diri. Pil Hoon segera memberi salam. Ibu menyindir mereka, kalian benar2 sedang bersenang-senang. Apa kalian main gulat?

Seo Won protes kenapa ayah dan ibunya selalu datang tiba2. Ayah dan Ibu berkata sudah mengirim sms. Seo Won mengeceknya dan terkejut karena mereka menyebut nama aslinya, Kim Kyung Ja. Apa-apaan ini?

Ibu berkata ia sudah membuatkan sup daging sapi untuk Seo Won sebagai bentuk terima kasih. Lalu ibu menoleh dan melihat...celana dalam Pil Hoon.
Ibu memanggil Ayah, apa itu? ayah menoleh dan melihat baju dalam Pil Hoon, ini baju dalam pria.

Ibu segera menarik rambut Pil Hoon dan ayah mencekeknya. Kenapa kau melakukannya lagi? Sampai sejauh apa hubungan kalian? Apa kau tidur dengan putriku?

Seo Won berusaha menjelaskan, Gil Ro sedang bekerja di sini. Orang tuanya semakin panik, kerja apa malam-malam seperti ini? Tidur bersama?
Seo Won : Bukan, bukan. Gil Ro yang begadang untuk membuat proposal eco-village itu yang sesuai dengan persyaratan dan mendukung Ayah. Itulah mengapa ia ada disini.


Lebih parah lagi, ibu Pil Hoon jalan masuk ke apartemen Seo Won. Kenapa pintunya terbuka, apa ini tempat yang benar? Jeong Won?
Pil Hoon : Omma?

Orang tua Seo Won terkejut, ibu? Seo Won membungkuk dan memberi salam. Lalu berkata ke orang tuanya, ini ibu Gil Ro.
Ayah Seo Won segera merangkulkan lengan Pil Hoon ke lehernya.
Akhirnya semua duduk. Suasananya jadi tegang. Seo Won mengenalkan orang tuanya ke ibu Pil Hoon. Pil Hoon juga melakukan hal yang sama.
Ibu Pil Hoon menyindir anaknya, kau benar2 tidak berguna. Bagaimana rambutmu bisa ditarik di rumah seorang wanita?
Ibu Seo Won : Bukankah kalau saya melakukan itu berarti ia pantas menerimanya?
Seo Won berusaha menenangkan ibunya.

Ibu Pil Hoon ingin mengajak mereka makan sambil bicara. Pil Hoon minta ibunya pulang saja malam ini. Tapi Ayah Seo Won menerima undangannya. Ibu Seo Won minta suaminya diam saja dan biarkan para ibu yang menyelesaikannya.

Woo Jin masuk ke sebuah hotel dan berkata sudah memesan kamar.
Seo Won+Pil Hoon makan malam bersama para ibu. Ibu Pil Hoon mengenalkan diri, nama saya Go Soo Ja.
Ibu Seo Won : Saya Oh Mak Nae.

Ibu Pil Hoon menahan ketawa. Dan berkata kalau nama Ibu Seo Won cantik sekali. Sejujurnya, putra saya bukan orang yang akan melakukan sesuatu yang akan membuat rambutnya ditarik. Ia tidak suka dengan kejadian itu.
Ibu Seo Won mengaku itu memang tidak menyenangkan. Ibu Pil Hoon berkata masalah ini hanya kesalahpahaman saja. Ibu Seo Won tidak terima, apa kau masih bisa mengatakan itu salah paham kalau kau melihat baju dalam itu? Seo Won pusing, hentikan bu.

Pil Hoon membujuk kedua ibu untuk makan saja.
Ibu Seo Won memanggil putrinya dengan nama Kyung Ja. Semua terkejut. Ibu Pil Hoon heran, siapa Kyung Ja? Lalu tanya anaknya, Pil Hoon, ada apa ini?
Giliran ibu Seo Won yang bingung, siapa Pil Hoon? bukankah dia Gil Ro?

Pil Hoon bingung sendiri lalu berkata itu nama kecil mereka. Dia memanggil saya Han Gil Ro dan saya memanggil Kyung Ja, Jeong Won.

Seo Won minta maaf pada ibu Pil Hoon. Ibu berkata ia merasa sedikit marah karena ia menyukai Seo Won. Kau cantik dan berpikir dengan logis. Belum lagi, kau memang berjodoh dengannya karena kau shio Macan.
Ibu Seo Won bingung, Kyung Ja itu shio Kerbau. Ibu Pil Hoon marah dan memukuli putranya.

Sun Mi mendapat informasi baru. Woo Jin dengan nama alias Jeremy Jay telah cek-in di Hotel Amber. Sun Mi telp Young Sun. Young Sun senang dan minta Sun Mi mengontak keamanan hotel.

Pil Hoon-Seo Won bersama dua ibu mulai makan malam. Pil Hoon menawarkan anggur untuk ibu Seo Won. Ia juga menuangkan anggur untuk semuanya.
Pil Hoon mengatakan ke Ibu Seo Won, apapun yang terjadi, ia akan bertanggung jawab pada Kyung Ja sampai akhir. Ibu Pil Hoon protes, kau harus bersama wanita shio Macan. Pil Hoon kesal sekali.

Ibu Pil Hoon kesal dan menolak toast dengan Seo Won. Mereka minum anggurnya. Ibu Seo Won tidak suka makguli Perancis ini, rasanya asam dan pahit. Minuman apa ini. Ibu Pil Hoon berkata, ini wine jenis terbaik. Sepertinya anda tidak tahu rasa meskipun itu rasa yang terbaik.

Ibu Seo Won mendengus, memangnya berapa harga makguli Perancis ini. Apa sampai jutaan Won.

Ibu Pil Hoon membenarkan : Harganya 1,2 juta Won.
Ibu Seo Won terkejut sekali dan langsung menghabiskan minumannya, ia menyuruh putrinya cepat2 minum anggurnya, karena itu mahal. Haha..kampungan sekali memang.

Seo Won mendapat telp dari Young Sun tentang Woo Jin. Ia langsung melarikan diri dengan senang hati meninggalkan Pil Hoon sendiri mengurus kedua ibu itu.

Parahnya lagi, Ibu Pil Hoon menyinggung soal pekerjaan ayah Seo Won. Bukankah dia diplomat?
Ibu Seo Won terkejut, diplomat? kami belum pernah pergi ke luar negeri sekalipun.

Ibu Pil Hoon mendelik ke arah anaknya. Pil Hoon hanya bisa nyengir. Lalu ia melarikan diri menyusul Seo Won.

Pil Hoon nekad menahan Seo Won yang hampir pergi. Ia segera masuk ke dalam mobil.
Seo Won : Bagaimana dengan makan malamnya?
Pil Hoon : Makan malam itu bukan tempatku. Tempatku adalah di sampingmu. Ayo jalan!

Young Sun memanggil Do Ha dan berkata Gil Ro sudah berangkat bersama Seo Won. Ia ingin Do Ha membantu mereka. Do Ha mengerti dan jalan pergi.
Young Sun : Do Ha. Aku percaya padamu.
Do Ha mengerti dan pergi.

Ibu Pil Hoon merasa Kyung Ja itu pembohong, bagaimana lagi menyebut orang yang menyembunyikan nama, usia, dan pekerjaannya?
Ibu Seo Won tidak terima putrinya dianggap pembohong tapi sayangnya ia juga tidak bisa mengatakan kalau putrinya bekerja di NIS.

Seo Won dan Pil Hoon tiba di Hotel Amber. Hotel yang tadi didatangi Woo Jin. Sepertinya Woo Jin berdiri di sudut tapi tidak jelas, itu Woo Jin atau bukan.

Do Ha menyusul Pil Hoon. Ia menerima telp dari Oh. Oh tanya Do Ha ada dimana. Laporkan padaku.
Sun Mi melihat Direktur Oh dan mendengus. Sementara Do Ha ada dalam konflik. Ia ingat kata2 Sun Mi, aku tidak bisa mempercayaimu. Aku sengaja membocorkan informasi. Kalau Direktur Oh tahu, aku berencana akan melupakan orang sepertimu selamanya.
Do Ha akhirnya menjawab, saya akan menemui Han Gil Ro. Lalu memutuskan telp.

Pil Hoon dan Seo Won jalan ke arah sebuah kamar. Perlahan menyiapkan pistol masing-masing.
Seo Won membuka kamar dengan kunci cadangan. Keduanya menyerbu masuk dalam kamar.

Mereka mengarahkan pistol ke setiap ruangan dan melihat sesuatu...keduanya kelihatan terkejut.

Level 7 [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17]

Notes :
What? apa? haiya..
Level 7 ini benar2 deh. Hampir 20 ep, tapi satu kasus saja belum selesai. Bandingkan dengan Sign. Kasusnya banyak kan. Ampun.

Apa yang dilihat Pil Hoon-Seo Won. Jangan2 kamarnya kosong. Jadi Woo Jin sengaja memancing mereka ke hotel agar bisa mengikuti mereka untuk membawanya ke Won Suk?
Whatever.


Semoga Jang Young Sun menjadi Direktur NIS dan Won Suk imigrasi ke USA aja bersama keluarganya. Lalu Direktur Oh masuk penjara.


Ada iklan drama baru When A Man Loves - Song Seung Hun. Sebagai pengganti Level 7. Tapi kemungkinan besar tidak akan buat recapnya. Aku ngga suka Song Seung Hun, ekspresinya selalu nanggung wkk. Ada dua drama yang masih kutunggu, tapi dua-duanya April haha...(Lee Seung Gi + Suzy dan Yoo Ah In + Kim Tae Hee) tapi aku paling akan memilih salah satunya. 
Kapan drama Kim Nam Gil + Sohn Ye Jin ya..kalau yang satu ini harus haha.

Brian Adams

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 comments:

Post a Comment