A Pure Paki Theme

Friday, March 29, 2013

Level 7 Civil Servant episode 19

Share it Please
Pil Hoon dan Seo Won membuka pintu hotel dengan kunci cadangan lalu menyerbu masuk. Mereka memeriksa setiap ruang yang dilewati. Lalu melihat seseorang dan terkejut.

Orang yang ada di kamar itu adalah Kim Mi Rae. Ia menoleh dan melihat keduanya.

Pil Hoon memeriksa ke sekeliling kamar, sementara Seo won tetap mengarahkan senjata pada Mi Rae. Pil Hoon kembali dengan senjata ke arah Mi Rae. Seo Won memeriksa tubuh Mi Rae. Mi Rae tidak kelihatan terkejut, ia justru tampak santai.
Seo Won tidak menemukan senjata atau apapun. Lalu ia memeriksa tas Mi Rae. Mi Rae tersenyum ke arah Pil Hoon.


Do Ha jalan masuk hotel dan telp Young Sun, ia sudah tiba.

Seo won tidak menemukan hal mencurigakan di tas Mi Rae. Mereka minta Mi Rae duduk. Mi Rae menyapa Pil hoon, lama tidak bertemu Direktur Han.
Seo Won tanya dimana Choi Woo Jin. Mi Rae juga menyapa Seo Won, lama tidak bertemu Jeong Won, kenapa kau tidak duduk? Seo Won tanya sekali lagi, dimana Choi Woo Jin. Mi Rae menjawab, ia mungkin tidak jauh dari sini, ya kan?

Woo Jin jalan ke arah kamarnya. Interior hotelnya mirip dengan hotel Mi Rae.

Pil Hoon lapor pada Young Sun lalu duduk dan menyindir Mi Rae, apa tidak sulit duduk di perusahaannya selama ini. Kenapa kau hidup seperti itu? Mi Rae tersenyum dan berkata negara yang membuatnya seperti itu.

Mi Rae heran, apa kalian tidak akan menangkapku? Pil Hoon minta Mi Rae bersabar, mereka pasti akan menangkap Mi Rae.
Mi Rae mengejeknya, apa kalian mampu melakukan itu? Apa kalian punya bukti?

Seo Won tanya apa benar Mi Rae adalah putri Presdir Kim. Mi Rae tanya apa sebenarnya yang ingin diketahui Jeong Won. Seo Won tanya apa semua keluarga Mi Rae benar2 dibunuh.
Mi Rae : Apa kau benar2 ingin tahu? Ini sudah waktunya ia tiba disini. Kenapa kau tidak bertanya padanya sendiri?

Woo Jin berdiri di depan pintu kamar hotel.

Seo Won tidak mengerti siapa orang yang dimaksud Mi Rae. Tapi memang tidak lama terdengar orang datang. Mereka minta Mi Rae membuka pintu, sementara Seo Wond dan Pil Hoon sembunyi untuk menghadang orang itu.

Mi Rae membuka pintu untuk....Direktur Oh!
Direktur Oh jalan masuk tanpa menyadari kehadiran dua anak buahnya. Seo Won dan Pil Hoon mengarahkan senjata pada Boss mereka. Oh menoleh dan terkejut melihat keduanya. Ia tukar pandang dengan Mi Rae. Oh harus putar otak untuk menjelaskan kehadirannya di kamar ini.

Woo Jin masuk kamar lain dan ia duduk untuk istirahat. Sejak awal Woo Jin memang tidak sekamar dengan Mi Rae atau mungkin tidak sehotel, tapi hotelnya benar2 mirip.

Mi Rae hanya tersenyum tipis melihat para agen NIS di kamarnya itu. Oh minta kedua anak buahnya menurunkan senjata mereka. Darimana kalian mendapatkan senjata?
Keduanya ingin tahu kenapa Oh bisa ada disini. Oh jalan dan duduk, masih meributkan soal kepemilikan senjata itu.

Pil Hoon dan Seo Won tetap ingin tahu kenapa Direktur bisa ada disini, apa anda tidak tahu kalau ia bersekongkol dengan Choi Woo Jin?
Oh : Lalu kenapa? Apa itu artinya aku juga bersekongkol dengan mereka? Apa kau tidak akan menurunkan senjatamu?
Seo Won berkata tidak bisa melakukannya, sampai mereka mendengar alasan Oh.

Oh berkata mereka sedang mengatur jebakan untuk menangkap Choi Woo Hyuk dan Choi Woo Jin. Dan Mi Rae setuju untuk kerja sama dengan NIS.

Oh menoleh ke Mi Rae untuk mencari dukungan. Mi Rae tampak menahan geli dan berkata meskipun ia bersedia kerja sama, tapi para agen itu tidak akan berhenti mengusiknya.
Oh : Turunkan senjata kalian.
Pil Hoon dan Seo Won terpaksa menurunkan senjata mereka.  Oh mengusir keduanya, jangan mengganggu kami dan pergi dari sini.

Oh memerintah mereka menjelaskan perbuatan mereka padanya besok pagi. Pil Hoon berkata masalah ini karena mereka ingin menangkap penembak Pemimpin tim mereka.
Mi Rae menyindir Oh, kenapa tidak mengijinkan mereka tetap disini?

Oh jelas tidak mau ketahuan bahwa dia yang mengorbankan Won Suk. Oh menjawab, Mi Rae hanya perlu bicara dengan dirinya. Mi Rae tetap menantangnya, tapi katanya mereka ingin tahu sesuatu. Lalu tanya ke Seo Won, apa tadi yang kau tanyakan padaku?
Bukankah sesuatu tentang keluargaku?

Direktur Oh langsung menghentikan Mi Rae, sudahlah! Lalu mengusir anak buahnya, keluar. Sebelum aku menyeret kalian keluar dari sini! Keluar!
Pil Hoon dan Seo Won tidak punya pilihan, keduanya membungkuk sedikit dan keluar.

Pil Hoon berkata ke Seo Won, mereka tidak tahu siapa sebenarnya musuhnya, jadi lebih baik menganggap semuanya adalah musuh dan patut dicurigai.
Seo Won : Bahkan Direktur juga?
Pil Hoon mengiyakan, Direktur dan Ketua Tim sama-sama tahu soal Choi Heung Soo. Jika semuanya terlibat, kurasa akan ketahuan besok.

Seo Won lapor pada Young Sun. Young Sun kelihatan syok, Direktur? Baiklah, kalian pergi dulu dari situ.
Do Ha juga mendapat perintah yang sama dari Young Sun, untuk keluar dari hotel itu.


Direktur Oh tanya apa Mi Rae ingin menariknya jatuh bersama Mi Rae. Mi Rae menginginkan Won Suk. Oh berkata ia juga masih mencari dimana Won Suk berada.
Mi Rae tidak mau tahu. Oh berkata NIS memang seperti itu, kalau mereka merasa perlu menyembunyikan sesuatu, tidak ada yang akan mengetahuinya.

Mi Rae menyindir : Jadi seperti itulah kenapa tidak ada yang tahu masa lalumu? Setelah semua yang kau lakukan, apa itu caranya kau mendaki naik ke posisimu yang sekarang ini?
Oh berkata Mi Rae mengancam orang yang salah. Kau harus mengancam orang yang lebih lemah. Mi Rae berkata sudah membunuh semua orang itu.

Mi Rae memberikan waktu dua hari untuk Oh dan ingin segera tahu dimana Won Suk. Kalau tidak, aku harus mencari orang lain (baca : agen NIS) sendiri. Mungkin Han Pil Hoon, atau Kim Jeong Won. Keduanya sepertinya benar2 ingin tahu soal anda.

Oh ketawa, ia berkata kalau musuhmu lemah, memiliki sesuatu tentang mereka adalah senjata yang bagus. Tapi kalau musuhmu kuat, kalau kau tahu kelemahan mereka, itu bisa membuatmu lenyap dari muka bumi. Kau harus diam soal itu. Kita akan bertemu 2 hari lagi.
Oh pergi.

Oh telp Do Ha, ia kelihatan kesal. Bukankah katanya kau akan bertemu Han Gil Ro? Do Ha membenarkan, saya sedang menunggunya saat ini.
Oh tanya dimana seharusnya Do Ha bertemu Gil Ro.

Do Ha berkata di tengah kota. Oh melarang Do Ha bertemu Gil Ro, ia akan mengurus Gil Ro. Oh masih belum tahu kalau Do Ha ikut tim Young Sun. (btw, jas Do Ha keren wkk)

Sun Mi masih di depan monitor, ia menahan kantuk. Lalu ia terkejut karena menemukan petunjuk lagi, Jeremy Jay telah cek in ke Emble Hotel (Ha! mungkin kembaran Amber Hotel)
Sun Mi langsung lapor Young Sun.

Mi Rae juga telp Woo Jin. Kita diikuti, cepat keluar dari situ! Woo Jin terkejut dan langsung keluar hotel.
Semua agen berkumpul lagi di kantor IT&TI. Sun Mi lapor setelah Woo Jin cek in ke satu hotel dengan salah satu alias, ia cek out lagi, pasti ada yang membocorkan misi ini.

Pil Hoon berkata Direktur Oh yang membocorkannya. Do Ha menyangkalnya, Direktur telah membuat Mi Rae membantunya untuk menangkap Choi Woo Jin. Pil Hoon tidak setuju, hubungan Mi Rae dan Woo Jin begitu dekat, tidak mungkin keduanya saling menghianati.
Do Ha tanya apa alasannya. Pil Hoon berkata kalau Ayah Choi Woo Jin dan Kim Mi Rae adalah teman. Do Ha tidak percaya alasan seperti itu. Pil Hoon berkata ada yang lain lagi.

Do Ha : Apapun alasannya, kau bisa tahu tapi aku tidak bisa?

Seo Won berkata untuk sementara mereka tidak bisa mengatakannya. Young Sun menengahinya, Do Ha, jangan seperti anak2. Jangan berkelahi setelah semua jadi seperti ini.
Young Sun kesal, Direktur sudah tahu semuanya. Apa kalian tahu artinya? Kita akan diusir sebelum kita bisa menangkap penjahatnya. Young Sun minta Pil Hoon mengatakan semua yang ia ketahui.

Pil Hoon : Yang saya tahu ini ada hubungannya dengan salah satu misi masa lalu Ketua Tim. Saya tidak tahu detilnya.
Young Sun marah : Apa sebenarnya misinya?
Pil Hoon : Saya..tidak bisa mengatakannya.
Young Sun kesal sekali. Apalagi saat Seo Won juga tidak bisa mengatakannya.

Young Sun merasa ini sama saja dengan memintanya keluar dari tim ini. Seo Won berkata bukan seperti itu. Young Sun mendesaknya, kalau begitu katakan apa misi yang dijalankan Ketua Tim waktu itu. Dan bagaimana ini berhubungan dengan Kim Mi Rae dan Choi Woo Jin!
Pil Hoon dan Seo Won tukar pandang dan keduanya menghela nafas. Keduanya minta maaf.

Sun Mi kesal, omong kosong apa ini? Apa kalian minta kami ini jadi penonton saja sementara kalian jadi pahlawan?
Seo Won : Kita ini sedang berusaha menangkap penembak Ketua Tim.

Sun Mi membenarkan, kita memang berusaha menangkapnya! Tapi kita kembali dengan tangan kosong karena Direktur! Tapi apa kalian juga merasa Direktur bersekongkol dengan mereka?
Pil Hoon membenarkan.
Sun Mi : Tapi kalian tidak bisa mengatakan alasannya? Lalu apa yang harus kita lakukan?

Pil Hoon dan Seo Won diam saja, mereka tidak bisa cerita soal masa lalu Won Suk. Sun Mi frustrasi, jadi kalian ingin kami diam saja? Kalau begitu semoga beruntung. Sun Mi pergi. Do Ha juga pergi.

Young Sun tetap ingin tahu tapi Seo Won berkata akan mengatakannya saat ia sudah mendapat ijin dari Won Suk. Young Sun tidak percaya, kalian tidak membutuhkanku?
Young Sun : Aku mengerti, aku tidak tahu kalau aku begitu tidak bisa dipercaya di depan kalian.
Young Sun pergi.

Pil Hoon mengantar Seo Won pulang. Seo Won berkata seharusnya mereka mengatakan kasus itu pada semuanya. Pil Hoon berkata Ketua Tim terlibat dalam pembantaian keluarga Mi Rae dan Woo Jin, bagaimana mereka bisa mengatakan soal itu pada tim? Kita juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Seo Won setuju, pasti ada sesuatu yang tidak bisa dikatakan Won Suk pada mereka. 

Pil Hoon menghela nafas, ia tidak bisa pulang karena ibunya akan marah dan tidak bisa ke kantor karena Direktur pasti akan marah padanya.
Pil Hoon menggenggam tangan Seo Won dan berkata kalau Seo Won juga merasa berat, genggam saja tangannya seperti ini, agar tidak merasa sendirian. Kau harus ingat kalau kita menghadapi ini bersama.

Seo Won ketawa, ia memang sudah merasa seperti itu.
Pil Hoon : Terima kasih, Kyung Ja-ssi.
Seo Won melepas tangan Pil Hoon, ia ketawa, kenapa kau harus mengatakan itu. Seo Won keluar dari mobil.

Won Suk membuka matanya dan melihat istrinya tidur di dekat tempat tidurnya. Won Suk perlahan membetulkan jaket istrinya.
Pil Hoon bertemu ibunya. Ibu Pil Hoon tidak suka dengan Seo Won, semuanya. Namanya kampungan, Kyung Ja. Nama apa itu Kyung Ja.
Pil Hoon merasa itu tidak aneh, memang kenapa? namanya lucu. Jangan menilai orang dari namanya. Ibu Pil Hoon tetap tidak suka, kelasnya berbeda dengan kita dan bagaimana kau bisa mengatakan itu setelah rambutmu ditarik seperti itu?

Ibu Pil Hoon : Keluarganya bodoh, tidak berpendidikan dan tidak berkelas. Jangan pernah berpikir menemuinya lagi.
Pil Hoon : Tidak mau.
Ibu terkejut dan tanya apa Pil Hoon sudah melakukan sesuatu yang "bodoh" sampai harus bertanggung jawab padanya? Ya kan?
Pil Hoon bohong : Ya.

Ibu marah dan memukuli Pil Hoon. Kau benar2 sudah membunuhku!
Pil Hoon : Kalau seorang pria sudah memberikan hatinya pada wanita, ia harus tanggung jawab pada wanita itu.
Ibu kesal sekali, ia tetap ingin menantu bershio Macan. Dan ia tidak suka dengan semua kebohongan Kyung Ja, ia benar2 penipu sejati.

Pil Hoon : Bukankah ibu berkata kalau jodoh itu datang bagaikan pencuri di tengah malam?
Pil Hoon langsung kabur setelah mengatakan itu.

Ibu Seo Won juga marah dan melarang anaknya bertemu Gil Ro lagi. Seo Won minta ibunya berhenti. Ia juga memberikan uang untuk ibu tapi ibu kesal dan menolaknya. Orang seperti apa itu yang menghabiskan 1,2 juta hanya untuk anggur. Anggur apa yang harganya sama dengan harga sapi?

Seo Won bertemu Pil Hoon dan keduanya jalan pergi sambil bergandengan tangan.
Tanpa sadar Choi Woo Jin jalan di belakang keduanya.

Pil Hoon dan Seo Won sama-sama berkata kalau ibu mereka tidak keberatan keduanya kencan. Ibu sebenarnya menyukaimu. Pil Hoon menggenggam tangan Seo Won.

Kedua agen rahasia itu tidak sadar kalau ada pengemudi motor mengikuti mobil mereka.

Motor dan mobil Pil Hoon sama-sama berhenti di lampu merah. Ternyata pengendara motor itu Choi Woo Jin. Woo Jin menatap tajam kedua orang dalam mobil itu. Kenapa mereka tidak sadar sudah diikuti orang? ampun deh.

Pil Hoon dan Seo Won menghadap Direktur Oh. Soo Young dan Poong Eon mengintip keduanya, mereka tampak ketakutan.
Direktur Oh ingin tahu bagaimana mereka berdua bisa tahu dimana lokasi hotelnya. Pil Hoon dan Seo Won berkata tidak bisa mengatakannya.

Oh tanya darimana mereka mendapatkan senjata.
Pil Hoon : Kami tidak bisa mengatakannya pada anda.
Oh marah dan tanya perintah siapa yang mereka ikuti. Seo Won dan Pil Hoon ingat, Young Sun sudah berkata untuk melimpahkan semua pada dirinya.

Tapi Seo Won dan Pil Hoon tidak mengatakan itu dan berkata ini adalah aksi pribadi mereka karena ingin menangkap penembak Ketua Tim.

Oh : Tidak ada yang disebut aksi individual dengan kami, setiap anggota NIS adalah bagian dari organisasi. Apa kalian tahu kalau kesalahan individu bisa dianggap kesalahan organisasi?
Itulah mengapa kalian dipecat! Apa kalian keberatan?

Pil Hoon : Tidak, saya tidak keberatan.
Oh masih ingin tahu siapa yang memerintah mereka, dengan demikian aku mungkin masih bisa memaafkan tindakan kalian.
Seo Won : Tidak ada yang memerintah kami.
Oh marah sekali : Kalau begitu kalian berdua dipecat. Setelah kalian menjalani pemeriksaan.


Tiba-tiba Young Sun datang, ia memberi salam dan minta maaf. Young Sun marah pada Pil Hoon dan Seo won, bukankah aku yang menyuruh kalian? Oh marah pada Young Sun karena sikapnya.
Young Sun berkata ia yang menyuruh mereka melakukan ini. Seo Won menyangkal, tidak benar, dia cuma..
Young Sun : Mereka tidak melakukan kesalahan, saya yang sudah meminta mereka melakukannya.

Oh marah : Apa kau mau bicara omong kosong pagi2 seperti ini?
Young Sun memberi alasan, setelah senior Kim Seong Jun meninggal, tim kami dibubarkan dan Won Suk ditembak, saya mungkin sudah mulai gila.

Oh : Apa kau akan bertanggung jawab atas semuanya?
Young Sun mengajak Oh bicara berdua saja. Oh akan membebas tugaskan Seo Won dan Han Gil Ro untuk sementara ini dan menunggu sampai ada perintah lagi. Oh mengusir keduanya.

Seo Won dan Pil Hoon keluar. Poong Eon dan Soo Young menemui mereka, ada apa sebenarnya Seo Won? Katakan pada kami.

Oh marah pada Young Sun, ia yakin Young Sun akan dapat pesangon besar kalau mengundurkan diri tapi ia tidak akan mengijinkan itu. Oh ingin Young Sun masuk ruang interogasi dan dipecat. Kau akan berakhir.
Oh : Jang Young Sun, dengan karirmu yang cemerlang seperti ini, kenapa kau merusaknya seperti ini?

Oh menghela nafas, aku tidak bisa memecatmu. Young Sun menjawab, kalau begitu anggap ini tidak pernah terjadi dan lupakan saja.
Oh tidak bisa melakukan itu, ini terlalu besar untuk diabaikan begitu saja. Oh tanya dimana Won Suk, ia harus membicarakan ini dengan Won Suk.

Young Sun : Anda tahu kalau RS Won Suk yang pertama sudah diserang kan? Kalau RS-nya yang sekarang, hanya saya, Gil Ro dan Seo Won serta staf RS yang tahu.
Oh membujuk Young Sun, kau tahu kalau aku dan Won Suk bagaikan saudara kan? (Ya, sampai tega mengorbankannya.)

Young Sun : Kami juga seperti kakak-adik.
Oh : Kalau begitu kita ini keluarga besar.
Young Sun tetap menolaknya, ia bersedia jalan ke ruang interogasi sendiri. Oh kesal dan minta Young Sun menunggu di ruang itu saja.


Young Sun berkata ke Seo Won kalau ia hanya perlu menulis laporan dalam beberapa hari dan minta mereka meneruskan apa yang harus mereka lakukan. Young Sun pergi.
Young Sun menunggu di ruang interogasi dengan wajah bosan.

Oh menemui Presdir yang dulu pernah ditekannya. Presdir itu menunjukkan teknologi yang dikembangkan di perusahaannya lalu tanya apa tujuan Oh menemuinya. Oh terus terang dan ingin Presdir itu menjual salah satu teknologinya.
Presdir itu ketawa, jadi anda minta saya melakukannya lagi? Oh berkata gedung tertinggi di dunia dan lorong bawah laut yang paling dalam dibangun oleh Korsel. Kalau soal teknologi dan keahlian konstruksi Korsel, semua mata2 asing sangat menginginkannya.

Presdir itu tidak percaya. Oh berkata akan mengurus semuanya. Ia menunjukkan bukti kalau Presdir itu pernah akan menjual teknologi penting ke LN.
Presdir kesal, bukankah anda berkata itu cuma training dan kalau anda sudah memberikan semua buktinya pada saya? Oh berkata sekarang adalah era digital, ia bisa memiliki salinan dokumen sebanyak yang ia inginkan.


Tidak ada pilihan untuk Presdir itu. Karena hanya mereka berdua yang tahu kalau saat itu adalah latihan. Tapi kalau Oh membuka bukti itu, Presdir itu akan tamat.
Oh tidak mengancam Presdir, ia hanya ingin membuat kesepakatan demi tanah air.
Presdir akan memberikan dokumen resmi dan ia minta Oh menyerahkan bukti itu dengan resmi juga.

Woo Jin bertemu dengan Mi Rae, ia sudah tahu pola mereka. Rumah Pil Hoon, NIS, lalu rumah Kim Jeong Won. Kalau Woo Jin mengikuti mereka lagi, ia yakin bisa mengetahui RS dimana Won Suk dirawat.

Mi Rae minta Woo Jin hati-hati, jangan sampai tertangkap. Woo Jin mengganti mobilnya tiap hari, jadi ia minta Mi Rae tidak cemas. Woo Jin ingin menahan Jeong Won, dengan demikian Pil Hoon akan mengatakan semuanya.

Pil Hoon dan Seo won menemui Won Suk lagi. Istri Won Suk komen, kalian benar2 sering berkunjung. Seo Won membenarkan dan minta istri Won Suk makan dulu.

Keduanya berdiri di dekat Won Suk dan menceritakan apa yang terjadi. Tim sudah dibubarkan dan mereka tertangkap basah oleh Direktur Oh. Asisten Pelatih yang menanggung semua kesalahan.
Tapi mereka tetap tidak akan menyerah.

Won Suk tanya, apa kalian tetap bersenjata? Pil Hoon membenarkan, lalu ia terkejut sendiri karena Won Suk sudah sadar. Seo Won juga terkejut, ketua tim?
Won Suk minta mereka tenang, diamlah.
Wait, bukannya waktu itu mereka sudah melihat Won Suk sadar dan minta keduanya merahasiakan ini? aneh..kenapa sekarang kaget lagi? (^_^)a

Istri Won Suk makan di luar kamar, ia seperti mendengar sesuatu tapi tidak yakin.
Seo Won tanya apa istri Won Suk juga tidak tahu kalau Won Suk sudah sadar. Won Suk membenarkan, kalau istrinya tahu pasti ingin segera pulang dan itu akan sangat berbahaya untuk keluarganya.

Seo Won berkata Won Suk bisa minta perlindungan untuk keluarganya. Won Suk terdiam dan berkata ada musuh di dalam NIS.
Pil Hoon dan Seo Won tukar pandang, lalu Pil Hoon tanya apa orang itu Direktur.
Won Suk tanya sejauh mana keduanya tahu soal ini.

Seo Won membenarkan, kecuali satu hal. Won Suk tanya apa itu. Seo Won berkata soal kasus Choi Heung Soo.
Apa ada alasan kenapa anda tidak punya pilihan kecuali melakukan apa yang sudah dilakukan.

Won Suk : Alasan kenapa kami membiarkan keluarga mereka dibantai?
Seo Won membenarkan. Won Suk berkata tidak ada yang seperti itu. Seo Won berkata ia tahu itu tapi ia berpikir mungkin saja ada alasan khusus.


Won Suk : Alasannya, itu harus dilakukan demi negara. Kau tidak bisa membiarkan sesuatu yang jahat terjadi pada negara karena perasaan pribadimu.
Tapi masalahnya, tidak peduli sejahat apa orang itu, dia tetap warga negara negri ini. Melukai mereka adalah melukai negri ini.
Apapun alasannya, aku tidak tahu apa yang sudah kulakukan ini bisa dibenarkan. Tapi, apa kau masih mau menjadi agen sepertiku?

Pil Hoon menjawab, ia tetap mau. Karena paling tidak Won Suk masih punya hati nurani. Seo Won menambahkan, demi ketua tim semua rekannya telah membantu. Seo Won tanya apa ia boleh mengatakan soal ini pada yang lain. Won Suk memberikan ijin, ya kalian harus mengatakannya.
Won Suk akan bertanggung jawab untuk urusan yang lalu, dan kalian harus bertanggung jawab untuk urusan masa depan.

Oh bertemu Do Ha, ia tanya apa Do Ha pernah membunuh orang. Ia ingin memberikan tugas untuk Do Ha. Misi sniper. Apa kau bisa melakukannya.
Do Ha terkejut dan ingin mendengar alasannya. Oh berkata ini demi negara. Do Ha tanya apa ini tidak menyalahi protokol. Oh berkata apa mereka pernah melanggar hukum sebelumnya.

Do Ha tanya siapa targetnya dan Oh marah, kenapa Do Ha bertanya terus. Kau cukup melakukan apa yang diperintahkan. Bersiaplah, waktunya besok malam.

Do Ha melihat Sun Mi dari jauh. Ia mendekat dan melihat Sun Mi menggambar dirinya lagi. Do Ha tersenyum geli dan memberikan kopi untuk Sun Mi.
Sun Mi terkejut karena ketahuan Do Ha. Ia menyembunyikan lukisannya.

Do Ha duduk di depan Sun Mi dan minta bantuan. Sun Mi tidak mau melakukannya. Do Ha berkata ini bantuan pribadi dan menyalahi aturan. Sun Mi semakin tidak mau membantunya.
Do Ha akan mengirim gambar besok malam dan minta Sun Mi mengidentifikasi orang itu. Sun Mi tanya apa kalau Do Ha minta bantuannya, ia harus melakukannya?

Do Ha tampak bingung, ia tidak bisa menembak tanpa tahu identitas orang itu. Sun Mi terkejut. Apa katamu? Do Ha hanya minta Sun Mi merahasiakan ini. Do Ha jalan pergi.

Sun Mi menyusulnya, ia menarik lengan Do Ha. Katakan ada apa sebenarnya. Apa kau menerima misi sniper?
Do Ha memegang bahu Sun Mi, saat ini, hanya kau seorang tempatku bersandar. Do Ha pergi.

Pil Hoon dan Seo Won meditasi, lalu melakukan upacara minum teh. Seo Won menuang teh ke dalam cawan sebanyak 3 kali, sekali ke cawan Pil hoon, sekali ke cawannya lalu kembali ke cawan Pil Hoon lagi dst. Lalu keduanya meminumnya sebanyak 3 tegukan.
Setelah itu keduanya mengeluh, apa sebenarnya yang kita lakukan? Pil Hoon berkata ini seharusnya bisa menenangkan syaraf mereka.

Seo Won berkata mereka bisa minum alkohol dan mabuk saja. Pil Hoon setuju, ayo kita minum. Akhirnya keduanya duduk sambil minum bir.
Keduanya tampak stres dengan kehidupan sebagai agen. Pil Hoon berkata hidup seperti Won suk itu sulit tapi ia tidak punya pilihan. Hidup sebagai agen, pasti kau akan menemukan kondisi saat kau harus membuat keputusan2 yang berat.

Seo Won tanya, kalau mereka di posisi yang sama, apa mereka akan mencoba mencari cara untuk menyelamatkan anak2 itu. Atau mereka (Won Suk dll) benar2 tidak punya kesempatan menyelamatkan anak2 itu?

Pil Hoon yakin kalau mereka (Won Suk dll) punya kesempatan pasti mereka tidak akan meninggalkan anak2 itu begitu saja.

Seo Won : Kalau kita mendapat misi bersama, dan kalau kau menghadapi situas seperti itu, apa kau akan meninggalkan aku dan pergi?
Pil Hoon : Apa yang akan kau lakukan?

Seo Won : Aku bertanya padamu lebih dulu. Kenapa? apa sulit menjawabnya? 

Pil Hoon : Kurasa aku akan meninggalkanmu. Karena seperti itulah kita dilatih. Kita tidak punya pilihan selain melakukannya.
Seo Won juga berkata akan melakukan hal yang sama. Meskipun aku tahu, meninggalkanmu sama halnya dengan meninggalkan diriku sendiri. Tapi memang seperti itulah orang-orang seperti kita.

Young Sun menjalani pemeriksaan tapi ia kelihatan tidak antusias dan kesal dengan petugas NIS yang memeriksanya.
Petugas itu tanya apa Young Sun yang memerintah Gil Ro dan Seo Won. Young Sun membenarkan. Apa Young Sun ada di posisi untuk memberikan perintah. Young Sun berkata tidak.
Petugas itu berkata, apa Young Sun ingin cari nama atau ingin dikenal?

Young Sun hilang kesabarannya, ia tidak suka dengan sikap petugas itu dan marah, kau pikir kau bicara dengan siapa? Panggilkan aku petugas interogasi yang layak.
Petugas itu berkata ia masih harus menulis laporan pendahuluan. Young Sun kesal, ia sudah menulisnya. Apa kau tidak bisa membaca bahasa Korea?

Young Sun : Sudah lupakan, panggil tim yang lebih kompeten. Oya, apa ada rekan seniormu yang lumayan tapi belum menikah?
Petugas : Kenapa memangnya?
Young Sun : Tolong atur kencan untukku.
Petugas itu tidak percaya, ia ketawa geli dan melanjutkan pertanyaan.


Pil Hoon mendekat ke tempat tidur Seo Won.  Seo Won..kau sudah tidur? Kyung Ja-ssi?
Seo Won diam saja. Pil Hoon mengira Seo Won sudah tidur. Ia membungkuk dan berkata, Seo Won..sebenarnya tidak peduli sepenting apa misi itu bagi negara, kurasa aku tidak akan bisa meninggalkanmu. Kalau tidak ada kau di negara ini, aku tidak tahu apa yang harus kulindungi.

Pil Hoon mencium pipi Seo Won lalu kembali ke tempat tidurnya di ruang tengah.
Seo Won membuka matanya, Ha! ia belum tidur ternyata.

Seo Won tiba2 berdiri dan menyusup ke dalam selimut Pil Hoon.

Pil Hoon terkejut dan gugup, hei..apa yang kau lakukan? Seo Won minta Pil Hoon diam saja.
Pil Hoon membuka selimutnya. Seo Won menutupi wajahnya. Pil Hoon grogi, Seo Won, Kyung Ja-ssi kalau kau tiba2 seperti ini..yah tentu saja aku siap tapi..
Seo Won minta Pil Hoon diam saja. Ia memeluk Pil Hoon.

Pil Hoon merangkul bahu Seo Won. Lalu tangannya mulai bergerak dan Seo Won mendelik, hentikan. Atau aku akan kembali ke tempat tidurku.
Tangan Pil Hoon kembali ke posisi semula, ia protes, seorang wanita bisa tidur seperti ini, tapi seorang pria tidak bisa.

Seo Won hanya tersenyum dan mengucapkan selamat tidur.  Keduanya tidur sambil berpelukan.

Direktur Ma menyelinap ke kantor 'Intern' Jang untuk memberikan sarapan dan pesan. 

Young Sun masuk ke kantornya, ia terkejut. Apa yang anda lakukan di kantor saya? Direktur Ma berkata mereka sangat beruntung memiliki staf seperti Young Sun, jadi Intern Jang, fighting! Hahaha..Young Sun benar2 pusing melihat Direktur Ma ini. Ia merobek2 pesan dari Ma. Tapi memakan kuenya karena memang kelaparan sejak semalam wkk
Direktur Ma masuk lagi ke kantor dan ingin mengajak Young Sun kencan. Young Sun langsung menolaknya meskipun mulutnya penuh kue. Young Sun juga menolak ajakan kencan untuk besok pagi, lusa maupun akhir pekan, ia punya banyak acara.

Sun Mi pusing memikirkan siapa sebenarnya target Do Ha. Ia marah2 sendiri dan mencoret2 lukisannya.
Do Ha juga sama, ia memikirkan misi sniper yang harus dijalankannya. Dua orang ini harusnya membuat drama sendiri.
Do Ha mendapat sms dari Direktur Oh untuk pergi ke sebuah gedung tinggi di Gangnam, menara SJ.

Young Sun akhirnya mendengar misi masa lalu Won Suk. Senior Choi, Senior Seong Jun dan Won Suk, mereka itu adalah rekan satu tim. Jika ia sadar dan tahu apa yang terjadi, ia akan mengira ini adalah salahnya.
Jadi karena ini maka kalian tidak bisa mengatakannya padaku?

Seo Won dan Pil Hoon mengiyakan. Young Sun tanya, lalu kalian sendiri? Apa kalian tidak kecewa? Jangan kecewa.
Kalau kalian kecewa dengan hasil yang kalian raih, maka kalian tidak pantas menjadi agen. Kalian tetap tidak boleh kecewa.
Kita tidak berhak kecewa dengan para agen yang ada sebelum kita, karena ada kemungkinan kita juga harus mengambil keputusan yang sama dengan mereka.


Seo Won berkata itu hanya alasan, dan alasan tidak membuat sesuatu jadi lebih baik. Kenapa mereka (Woo Hyuk dkk) bisa menjadi seperti ini?
Young Sun : Meskipun kita tahu apa yang terjadi di masa lalu, tetap tidak bisa membenarkan perbuatan mereka saat ini.

Seo Won : Bukan berarti kita harus mengampuni mereka, tapi organisasi harus minta maaf pada mereka.
Kalau organisasi tidak bisa melakukannya, paling tidak saya akan melakukannya sendiri.

Young Sun berkata mereka tidak bisa minta maaf. Karena mereka tidak pernah bisa melakukan segala hal secara terbuka.
Seo Won dan Pil Hoon tetap ingin melakukannya. Kalau mereka tidak diijinkan minta maaf, mereka tidak akan menangkap penjahatnya.
Young Sun menghela nafas.

Malamnya, Direktur Oh pergi ke satu tempat. Ia telp Do Ha, kau sudah tahu alamatnya? Do Ha berkata sedang menuju kesana. Oh minta Do Ha tidak membuat kesalahan.
Do Ha naik ke atas menara dan menyiapkan senapannya.

Mi Rae menyetir dan tanya apa Oh sudah tiba. Oh berkata sebentar lagi. Do Ha dalam posisi menembak.
Mi Rae naik ke bangunan di seberang dan Do Ha melihatnya. Do Ha mengenali Mi Rae.

Do Ha terkejut dan telp Sun Mi, targetku adalah Kim Mi Rae. Sun Mi terkejut, kau disuruh menembak Mi Rae?
Do Ha berkata ada telp masuk dan ia cepat2 memutuskan hubungan. Direktur Oh tanya apa Do Ha sudah melihat targetnya. Do ha membenarkan. Apa orang di depan saya itu adalah targetnya?
Oh : Aku yakin itu adalah wajah yang tidak asing bagimu.

Do Ha ingin menutup telp tapi Oh melarang dan minta Do Ha terus melaporkan semua pergerakan yang dibuat Mi Rae dan kalau ada orang lain datang. Tetap di line ini.
Sun Mi mencoba telp Do Ha tapi tidak masuk. Sun Mi langsung telp Seo Won. Seo Won terkejut, Do Ha harus menembak Kim Mi Rae? tidak bisa. Dimana lokasinya? Kami akan segera kesana.

Seo Won dan Pil Hoon bergegas ke lokasi menara itu.
Do Ha mengamati Mi Rae dan lapor, Mi Rae sendirian.

Seo Won mencoba telp Do Ha tapi telpnya sibuk. Pil Hoon meminta Seo Won telp Direktur Oh. Seo Won heran, kenapa?
Pil Hoon berkata Direktur adalah orang yang tahu keberadaan Mi Rae, kalau telp Direktur juga sibuk maka aku yakin ia sedang bicara di telp dengan Do Ha. (Perasaan lebih pintar Pil Hoon dari Seo Won sejak awal haha..kenapa katanya Seo Won agen paling pintar?)

Seo Won membenarkan, ponsel Direktur juga sibuk. Pil Hoon bergegas ke arah menara itu. Woo Jin menguntit keduanya.


Oh tiba di atap gedung, ia masih bicara dengan Do Ha agar didengar Mi Rae. Bekerjalah dengan baik, setelah ini selesai, bagaimana kalau kita minum? Oh menutup ponselnya.
Oh menemui Mi Rae.

Pil Hoon dan Seo Won tiba di depan gedung, keduanya lari ke lantai paling atas. Woo Jin juga tiba dan melihat ke atas gedung. Woo Jin sepertinya tidak tahu pertemuan Mi Rae dengan Oh.

Mi Rae tanya dimana Won Suk. Dimana RS dan kamarnya. Oh berkata ia juga tidak tahu. Mi Rae berkata ini adalah kesempatan terakhir Oh.
Oh hanya ketawa dan berkata kalau saja Mi Rae menyerahkan semua daftarnya, ia akan membiarkan Mi Rae meninggalkan negeri ini dengan diam-diam. Aku janji.

Mi Rae tidak percaya, ini tipikal orang NIS. Mi Rae ingin menyingkirkan Oh. Oh berkata ia juga punya pikiran yang sama.

Oh berkata ia hampir saja mendapatkan penghargaan, tapi nilainya untuk urusan domestik kurang dan Oh ingin menambahnya disini. Kalau Mi Rae bisa membantunya, maka Oh pasti mendapatkan informasi yang diinginkan Mi Rae.
Oh melanjutkan, saat menunggu itu terjadi, sudah membuat karirnya dalam bahaya. Tapi kalau Mi Rae mati dan ia menyelesaikan sebuah misi maka ini akan seperti mendapatkan dua hal sekaligus.

Do Ha masih dalam posisi stand by. Do Ha melihat Oh mengeluarkan disk dari saku mantelnya.
Oh menunjukkan teknologi baru untuk pembangunan lorong bawah laut, nilainya sekitar 300 Milyar Won, akan lebih baik kalau nilainya mencapai triliunan. Tapi sayangnya aku harus cukup puas dengan ini.

Do Ha melihat disk itu dan ingat, itu disk yang sama dengan yang harus disitanya waktu itu. Do Ha kelihatan mulai curiga. Tapi ia tetap membidik.

Oh berkata ke Mi Rae, kau akan mati saat mencoba melakukan transaksi untuk teknologi ini. Oh melempar disk itu ke dekat kaki Mi Rae.
Oh : Agar kematianmu bisa dibenarkan.

Mi Rae mulai menangis karena marah, tidak cukup mengorbankan orang tua kami, kau juga ingin memanfaatkanku?
Oh ketawa : Kalau kau punya kesempatan dilahirkan kembali, jangan hidup penuh dengan dendam seperti ini, tapi hiduplah dengan menikmati hubungan cinta dan nikmatilah hidupmu.

Mi Rae marah, aku akan membuatmu minta maaf padaku. Mi Rae mengarahkan senjata pada Oh. Ini yang ditunggu Oh.
Oh sengaja menoleh ke arah Do Ha sebagai tanda untuk menembak.

Oh janji ke Mi Rae, ia pasti akan memastikan gambar Mi Rae terpampang di surat kabar besok pagi. Oh tersenyum dan pergi.

Mi Rae membidik punggung Oh. Do Ha tampak bingung, ia harus menembak Mi Rae atau tidak dan apa ini benar2 demi negara.

Pil Hoon sudah tiba di atap gedung dan ia langsung teriak, Jangan! Pil hoon berusaha mencegah Do Ha menembak Mi Rae. Keduanya berkelahi.

Seo Won juga naik ke atap. Ia melarang Do Ha membunuh Kim Mi Rae. Do Ha teriak, kalau ia tidak menembak Mi Rae, Direktur yang akan terbunuh.

Seo Won segera melihat ke arah gedung seberang dari teropong sniper.

Mi Rae masih mengancam punggung Oh dengan pistol. Ia teriak dengan marah : Aku tidak ingin mendapatkan maaf dari sampah seperti dirimu, karena itu tidak akan mengubah apapun. Tapi sekarang, aku membutuhkannya.
Berlutut dan minta maaf, lalu matilah!
Oh tidak mempedulikan Mi Rae dan jalan terus.

Mi Rae masih teriak2 : Minta maaf! Kau harus minta maaf kepadaku!
Seo Won melihat Mi rae mengancam Oh, sementara Oh jalan terus tanpa menoleh. Seo Won bingung.

Do Ha dan Pil Hoon masih berkelahi. Do Ha teriak, tembak!! Pil Hoon teriak, jangan tembak, Seo Won.
Do Ha teriak : Direktur akan mati!

Seo Won mulai meletakkan jari di pelatuk. Mi Rae teriak, tidak ada satupun dari kalian yang adalah manusia!
Seo Won menangis, ia melihat bahu Mi Rae mulai bergerak, tanda Mi Rae mulai menarik pelatuknya. Seo Won terpaksa menembak Mi Rae. Mi Rae terluka bahunya, ia terjatuh.

Oh hanya tersenyum tanpa menoleh, ia mengira Do Ha yang menembak Mi Rae. Oh jalan pergi.

Pil Hoon dan Do Ha terkejut. Seo Won..

Seo Won melihat Mi Rae merangkak berdiri. Mi Rae ingin menembak Oh lagi. Seo Won menembak kaki Mi Rae.
Pil Hoon teriak : Kim Seo Won, hentikan!!

Seo Won berhenti dan teriak pada keduanya untuk menahan Mi Rae di gedung seberang. Cepatlah!
Pil Hoon dan Do Ha langsung lari ke seberang.

Seo Won masih melihat ke arah Mi Rae. Mi Rae merangkak dan berusaha mengambil pistolnya. Seo Won menangis, tolong hentikan. Mi Rae berhasil bersandar ke dinding. Mi Rae ingat saat Choi Woo Hyuk menghembuskan nafas terakhir.

Mi Rae menangis dan mengarahkan pistol ke keningnya sendiri. Ia ingin bunuh diri.
Seo Won gemetaran dan menangis.

Pil Hoon dan Do Ha sampai di gedung depan, mereka langsung lari ke atap gedung.
Seo Won menembak pistol di tangan Mi Rae, pistolnya terlempar. Mi Rae terjatuh.

Seo Won tetap mengamati Mi Rae sambil menangis.

Level 7 [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16], [17], [18]

Notes :
Ok, satu lagi dan bebas...v(^_^)v

Brian Adams

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 comments:

Post a Comment